Even the lady of luck, had some favor. And me is expected.
https://open.spotify.com/track/3gcJOW2tySk09ctCx4BBOH?si=KGOPKpLPRAu9mWFbSZ2z3g
Minnesota, 2000.
Surga tak pernah mengundang manusia untuk bertengkar, takdir pun tak pernah mencoba menyenangkan ku. Terkadang mungkin terdengar lucu, tapi aku tahu kelahiran ku adalah sebuah awalan untuk kata jauh dari bahagia.
Meski kelahiran adalah momen yang paling dinantikan banyak orang, aku tak pernah merasa ditunggu. Bahkan sejak menit pertama kelahiran ku di dunia.
Aku suka membayangkan disukai banyak orang itu menyenangkan, atau aku akan dihormati dan dimuliakan.
Tapi sepertinya semua itu tak berlaku untukku, ya?
Malah, Dewi Keberuntungan mulai memberikan ku tanda bahwa dia tak menyukaiku jadi, ia mulai berusaha membuat hidupku se-sedih dan se-menderita mungkin.
Huh, aku lelah.
New Jersey, 2005
Dewi Fortuna serius tidak menyukai ku.
Ayah ku pergi.
Aku jatuh miskin.
Hidup sendiri
Coret. Bersama seorang ibu yang tidak tahu caranya hidup.
Aku bingung bagaimana menjelaskan kondisi ku, bahkan cerita tentang kehidupan ku sampai detik ini tidak bisa dibagi, bahkan menjadi lima, atau mungkin seratus babak. Cerita menyedihkan ku yang terus berlanjut ini, aku tidak tahu akan berlabuh sampai dimana.
Bahkan New Jersey yang dikatakan sebagai kota indah pun, tidak bisa membuat ku sedikit lebih bahagia.
Bahkan menara yang menjulang tinggi pun, tidak bisa meninggikan harapan ku terhadap kehidupan.
Meski aku baru berusia lima tahun, tapi aku tahu bahwa dunia betul-betul ingin aku mati muda.